BRMP Sistem Gelar Bimtek ICARE di Bengkayang, Dorong Petani Terapkan Pertanian Cerdas Iklim
Bengkayang, 8 Oktober 2026 — Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertanian Cerdas Iklim bagi 105 petani di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Peserta berasal dari Desa Sungai Duri, Desa Sungai Jaga A, Desa Sungai Pangkalan II, serta anggota Koperasi Produsen Petani Berkah Sejahtera Bengkayang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi pertanian adaptif terhadap perubahan iklim guna mendukung peningkatan produktivitas dan pendapatan usaha tani.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai Climate-Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim, yang menekankan pentingnya penyesuaian praktik budidaya terhadap perubahan pola cuaca. Pergeseran musim hujan, kemarau yang lebih panjang, dan meningkatnya risiko banjir menjadi tantangan bagi petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Materi yang disampaikan Abdullah Umar, SP., MSc. dari BRMP Kalimantan Barat mencakup strategi penerapan pertanian cerdas iklim pada komoditas padi dan jagung. Peserta diperkenalkan pada tiga sasaran utama CSA, yaitu adaptasi terhadap cuaca ekstrem, mitigasi emisi gas rumah kaca, serta peningkatan manfaat bagi kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.
Selain itu, petani memperoleh pemahaman mengenai lima pilar pertanian cerdas iklim, meliputi optimasi lahan dan air, integrasi tanaman, integrasi tanaman dan ternak, pertanian konservasi, serta pertanian sirkular melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi kompos dan bahan bermanfaat lainnya.
Pada komoditas padi, materi menekankan pentingnya pemilihan varietas unggul baru sesuai kondisi lahan, pengaturan jadwal tanam, pemupukan berimbang, pengelolaan air, serta pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Sementara itu, pada komoditas jagung, peserta mempelajari penerapan teknologi budidaya di lahan kering, mulai dari persiapan lahan, penggunaan benih yang sesuai, pemupukan tepat dosis, konservasi tanah, hingga penanganan pascapanen untuk menjaga kualitas hasil.
Bimtek ini juga membahas pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), teknologi pendukung budidaya, serta penggunaan informasi iklim dan kalender tanam sebagai dasar pengambilan keputusan. Petani didorong untuk mulai menerapkan teknologi melalui demonstrasi plot (demplot) atau lahan percontohan, mencatat hasil dan biaya produksi, serta mengevaluasi manfaat penerapannya sebelum dikembangkan lebih luas.
Melalui kegiatan Bimtek ICARE ini, BRMP Sistem mendorong penguatan kapasitas petani agar mampu menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha tani. Penerapan pertanian cerdas iklim diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan produktivitas padi dan jagung serta keberlanjutan pertanian di Kabupaten Bengkayang.